Apa itu artefak dan ekofak serta contoh-contohnya

Relief candi Borobudur (sumber gambar: pixabay.com)


Istilah artefak dan ekofak tentu pernah kita dengar, dimana istilah tersebut sangat erat hubungannya dengan arkeologi atau ilmu kepurbakalaan. Kita bahas secara ringkas mengenai arkeologi terlebih dahulu...

Arkeologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu archaeo yang berarti "kuno" dan logos yang berarti "ilmu".  Para ahli memberi batasan dan tujuan arkeologi, yaitu ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau dengan 3 (tiga) tujuan pokok sebagai berikut:
  1. merekonstruksi kehidupan masa lampau
  2. menyusun sejarah kebudayaan
  3. menggambarkan proses perubahan kebudayaan

Dalam upaya pengkajian arkelogis, dilakukan melalui media berupa segala sesuatu yang langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kehidupan masa lampau. Oleh karena itu peninggalan-peninggalan purbakala (sering disebut sumberdaya arkeologi), terutama artefak mengandung informasi-informasi tentang konteks dan atribut-atributnya yang spesifik. Namun secara lebih detail, fakta arkeologi tidak hanya terdiri dari artefak saja, tapi juga ekofak, fitur, situs dan kawasan arkeologis. 


Nah,
Sekarang ke pokok bahasan utama, yaitu definisi artefak dan ekofak beserta contoh-contohnya (termasuk fitur, situs dan kawasan arkeologis). Kita bahas secara ringkas juga ya...☺, sebagai berikut:

Artefak (Artifact)

Artefak adalah semua benda yang sebagian atau seluruhnya merupakan hasil olahan manusia yang dapat dipindahkan. Contohnya: alat serpih yang terbuat dari batuan dan atau mineral, kapak batu, arca atau patung, benda-benda poselin atau keramik, tembikar atau gerabah, perhiasan, mata uang, senjata dan sebagainya.

artefak
Artefak (sumber gambar: balarjabar.kemdikbud.go.id)


Ekofak (Ecofact)

Ekofak atau dikenal juga dengan istilah biofak, adalah benda-benda alam biotik yang berhubungan erat dengan kegiatan manusia, memperlihatkan bagaimana manusia pada masa lampau beradaptasi dengan lingkungannya. Contohnya: fosil manusia, fosil binatang (fauna), fosil pohon (flora), moluska atau kerang-kerangan dan sebagainya. 

Ekofak (sumber gambar: balarjabar.kemdikbud.go.id)


Fitur (Feature)

Fitur adalah segala sesuatu yang secara keseluruhan tidak dapat dipindahkan tanpa merubah bentuk. Misalnya perlapisan batuan (stratigrafi), parit kuno, punden berundak, candi, masjid, gereja, klenteng, keraton, istana, makam kuno, lubang bekas tempat sampah atau pembuangan dan sebagainya.

Fitur (sumber gambar: balarjabar.kemdikbud.go.id)


Situs (Sites)

Situs adalah batas ruang tertentu yang mengandung fakta arkeologis berupa artefak, ekofak, atau fitur yang berdiri sendiri atau bersama-sama. Contohnya adalah Situs Cijurey Kabupaten Cirebon.

Situs (sumber gambar: balarjabar.kemdikbud.go.id)


Kawasan Arkeologis

Kawasan arkeologis adalah suatu daerah yang didalamnya mengandung situs-situs arkeologi. Misalnya Kawasan Arkeologis Banten, didalamnya terdapat beberapa situs yaitu Situs Surosowan, Kaibon, Speelwijk, dan sebagainya

Halaman Keraton Surosowan kawasan Banten Lama (sumber gambar: kabar-banten.com)



Baca juga: pembagian waktu berdasarkan skala geologi dan arkeologi

Sedikit lagi, kembali ke masalah arkeologi...
Di Indonesia, disiplin arkeologi masih secara kuat diwarnai oleh pembagian kronologi yaitu periode Prasejarah, periode Klasik (zaman Hindu-Budha), periode Islam dan periode Kolonial. Namun pada dasarnya disiplin ilmu ini terus berkembang. Bahkan karena persinggungannya dengan ilmu lain, muncul sub-disiplin ilmu seperti Arkeologi Lingkungan atau Arkeologi Ekologi, Arkeologi Ekonomi, Arkeologi Seni, Arkeologi Demografi dan Arkeologi Arsitektur. Secara umum dalam perkembangannya, dapat dikatakan juga bahwa arkeologi tidak hanya mempelajari budaya masa silam yang sudah berusia tua, baik pada masa prasejarah (sebelum dikenal tulisan) maupun pada masa sejarah (ketika terdapat bukti-bukti tertulis), tetapi juga mempelajari budaya masa kini...sebagaimana dipopulerkan dalam kajian budaya benda modern (modern material culture). Hal ini tentu menarik untuk dibahas...di artikel berikutnya...


Sumber:
balarjabar.kemdikbud.go.id
wikipedia
kabar-banten.com


Posting Komentar

0 Komentar