Apa itu Cagar Budaya & kriterianya berdasarkan UU-RI

Pura Ulun Danu Bali (Sumber gambar: pixabay)


Pengertian Cagar Budaya

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2010, Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di laut yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Baca juga: Apa saja yang perlu dilakukan jika menemukan Cagar Budaya


Cagar Budaya terdiri dari:

Jenis Cagar Budaya


1. Benda Cagar Budaya
Benda Cagar Budaya adalah benda alam dan/atau benda buatan manusia, baik bergerak maupun tidak bergerak, berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya, atau sisa-sisanya yang memiliki hubungan erat dengan kebudayaan dan sejarah perkembangan manusia.

2. Bangunan Cagar Budaya
Bangunan Cagar Budaya adalah susunan binaan yang terbuat dari benda alam atau benda buatan manusia untuk memenuhi kebutuhan ruang berdinding dan/atau tidak berdinding, dan beratap.

3. Struktur Cagar Budaya
Struktur Cagar Budaya adalah susunan binaan yang terbuat dari benda alam dan/atau benda buatan manusia untuk memenuhi kebutuhan ruang kegiatan yang menyatu dengan alam, sarana, dan prasarana untuk menampung kebutuhan manusia.

4. Situs Cagar Budaya
Lokasi yang berada di darat dan/atau di air yang mengandung Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan/atau Struktur Cagar Budaya sebagai hasil kegiatan manusia atau bukti kejadian pada masa lalu.

5. Kawasan Cagar Budaya
Kawasan Cagar Budaya adalah satuan ruang geografis yang memiliki dua Situs Cagar Budaya atau lebih yang letaknya berdekatan dan/atau memperlihatkan ciri tata ruang yang khas.


Kriteria Cagar Budaya

Benda, bangunan atau struktur dapat diusulkan sebagai Cagar Budaya apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:



Benda Cagar Budaya dapat berupa:
  • benda alam dan/atau benda buatan manusia yang dimanfaatkan oleh manusia, serta sisa-sisa biota yang dapat dihubungkan dengan kegiatan manusia dan/atau dapat dihubungkan dengan sejarah manusia
  • bersifat bergerak atau tidak bergerak
  • merupakan kesatuan atau kelompok

Bangunan Cagar Budaya dapat:
  • berunsur tunggal atau banyak
  • berdiri bebas atau menyatu dengan formasi alam.

Struktur Cagar Budaya dapat:
  • berunsur tunggal atau banyak
  • sebagian atau seluruhnya menyatu dengan formasi alam.


Sedangkan situs dan kawasan dapat diusulkan sebagai Cagar Budaya apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

Situs Cagar Budaya (lokasi):
  • mengandung Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya dan/atau Struktur Cagar Budaya
  • menyimpan informasi kegiatan manusia pada masa lalu.

Kawasan Cagar Budaya (satuan ruang geografis):
  • mengandung 2 (dua) Situs Cagar Budaya atau lebih yang letaknya berdekatan
  • berupa lanskap budaya hasil bentukan manusia berusia paling sedikit 50 (lima puluh) tahun
  • memiliki pola yang memperlihatkan fungsi ruang pada masa lalu berusia paling sedikit 50 (lima puluh) tahun
  • memperlihatkan pengaruh manusia masa lalu pada proses pemanfaatan ruang berskala luas
  • memperlihatkan bukti pembentukan lanskap budaya
  • memiliki lapisan tanah terbenam yang mengandung bukti kegiatan manusia atau endapan fosil.


Adapun benda, banguanan, struktur, lokasi, atau satuan ruang geografis yang atas dasar penelitian memiliki arti khusus bagi masyarakat atau bangsa Indonesia, tetapi tidak termasuk kriteria-kriteria diatas, juga dapat diusulkan sebagai Cagar Budaya.

Baca juga: Kompesasi & insentif yang diberikan pemerintah atas kepemilikan, perlindungan & penemuan Cagar Budaya

Posting Komentar

0 Komentar