Pengertian, sejarah, perkembangan dan jenis-jenis museum

(Sumber gambar: pixabay)


Pengertian Museum

Pengertian Museum berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah gedung yang digunakan sebagai tempat pameran tetap benda-benda yang patut mendapat perhatian umum, seperti peninggalan sejarah, seni dan ilmu, atau penyimpanan benda-benda kuno.

Menurut wikipedia adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonversi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan.

Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah RI No.66 Tahun 2015 adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasiknannya kepada masyarakat.

Dan menurut International Council of Museums (ICOM) adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, memperoleh, merawat, menghubungkan, dan memamerkan artefak-artefak perihal jati diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan-tujuan studi, pendidikan dan rekreasi.

Baca juga: Apa itu artefak dan ekofak serta contoh-contohnya


Sejarah dan Perkembangan

Secara etimologis, Museum berasal dari kata Yunani yaitu Mouseion (merujuk kepada nama kuil untuk sembilan Dewi Muses, anak-anak Dewa Zeus yang melambangkan ilmu dan kesenian) yang kemudian diturunkan dalam bahasa Latin menjadi museum.

Pada zaman Romawi kata museum dibatasi penggunaannnya untuk menyebut tempat diskusi filisofis. Disini museum lebih cenderung sebagai prototipe universitas ketimbang sebuah lembaga untuk melestarikan dan menginterpretasikan aspek materi dari warisan. Selanjutnya kata museum dihidupkan kembali di Eropa pada abad ke-15 untuk menggambarkan koleksi Lorenzo de' Medici di Florence, Italia. Tetapi pada waktu itu dimaksudkan untuk menyampaikan konsep kelengkapan daripada menunjukkan sebuah bangunan. Dua abad berikutnya, Eropa menggunakan istilah museum untuk menggambarkan koleksi keingintahuan, dan pada abad ke-18, setelah pendirian British Museum, pengertian museum mulai mengarah pada lembaga yang didirikan untuk melestarikan dan menampilkan koleksi bagi masyarakat umum. Setelah itu penggunaan kata museum selama akses ke-19 dan abad ke-20 melambangkan bangunan rumah materi budaya yang bisa diakses oleh masyarakat umum.

Beberapa Museum tertua di dunia (sumber: wikipedia):
  1. Capitoline Museum, merupakan museum dengan koleksi seni yang dutujukan untuk publik yang paling tertua di dunia, dimulai pada tahun 1471 ketika Paus Siktus IV mendonasikan sekelompok koleksi patung kuno untuk masyarakat Roma
  2. Museum Vatikan, merupakan museum kedua tertua didunia, dibuka untuk umum sejak 1501 oleh Paus Julius II
  3. Museum Botani di Ambon yang pernah dibangun oleh Rumphius pada tahun 1662 dan sekaligus menjadi museum tertua di Indonesia. Tapi tidak ada yang tersisa dari museum ini, kecuali dalam buku yang dia tulis sendiri, yang sekarang menjadi koleksi perpustakaan Museum Nasional Indonesia. Penerusnya adalah Ikatan Kesenian dan Ilmu Kerajaan di Batavia, yang dibangun pada 24 April 1778. Organisasi ini mendirikan sebuah museum dan perpustakaan, dan berperan penting dalam penelitian dan pengumpulan bahan penelitian mengenai sejarah alam dan kebudayaan di Indonesia
  4. British Museum di London, Inggris, didirikan pada tahun 1753 dan dibuka untuk publik pada 1759. Koleksi Sir Hans Sloane merupakan dasar dari museum ini
  5. Hermitage Museum dibangun pada tahun 1764 oleh Yekterina II dari Rusia dan telah dibuka untuk umum sejak 1852
  6. Museum Louvre di Paris, Perancis, merupakan museum yang juga diletakkan pada bekas istana kerajaan, dibuka untuk publik pada tahun 1793.

Sejarah berdirinya Museum pada dasarnya didasari oleh adanya konsep pelestarian dan interpretasi yang terletak pada kecenderungan manusia untuk memperoleh dan menanyakan. Hal ini diketahui sudah dimulai sejak zaman kuno, yaitu dari adanya pembuatan prasasti dan benda-benda seni serta indikasi bahwa raja-raja pada zaman tersebut cenderung mengumpulkan barang antik, langka dan berharga selama masa kekuasaan mereka. Dalam perkembangan selanjutnya seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan manusia semakin membutuhkan bukti-bukti otentik mengenai catatan sejarah dan kebudayaan, muncul penciptaan koleksi khusus secara pribadi, kelompok atau oleh institusi tertentu. Dari sini pula muncul berbagai macam museum.

Baca juga: Apa itu barang langka, unik, klasik & antik


Jenis-Jenis Museum

Menurut koleksi yang dimilikinya, jenis museum dapat dibagi menjadi dua jenis:
  1. Museum umum, koleksinya terdiri dari kumpulan bukti material manusia dan lingkungannya yang berkaitan dengan berbagai cabang seni, disiplin ilmu dan teknologi
  2. Museum khusus, koleksinya terdiri dari kumpulan bukti material manusia dan lingkungannya yang berkaitan dengan satu cabang seni, cabang ilmu atau satu cabang teknologi.
Museum berdasarkan kedudukannya, terdiri dari museum nasional, museum provinsi, dan museum lokal.

Museum berdasarkan penyelenggaranya, terdiri dari museum pemerintah dan museum swasta.


Sumber:
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Wikipedia
kabarmasasilam.blogspot.com

Posting Komentar

0 Komentar